Rabu, 30 November 2011

Kebiasaan Menggigit Kuku (-,-")

Artikel ini membahas salah satu kebiasaan buruk orang termasuk saya J Artikel ini didedikasikan untuk orang yang ingin memberhentikan kebiasaan buruk ini. Check this out !


Jika Anda adalah seseorang yang suka menggigit kuku jari, ada kemungkinan kebiasaan Anda itu dimulai ketika Anda masih kanak-kanan. Setengah dari remaja memiliki kebiasaan menggigit kuku, sedangkan lebih dari tiga perempat orang akan berhenti menggigit kuku mereka ketika usia 35 tahun.
Kebiasaan menggigit kuku ini biasanya disebabkan oleh rasa bosan, gugup atau pun karena stres. Istilah kedokteran terhadap seseorang yang suka menggigit jari ini adalah Onychophagia. Menggigit kuku adalah kebiasaan yang tidak mudah dihentikan. Menggigit kuku juga refleksi dari kegelisahan ekstrem atau ketidakmampuan untuk menangani stres, dan menggigit kuku dapat menenangkan diri mereka.
Beberapa orang mungkin suka menggigit kuku karena alasan bosan, cemas, stres atau perilaku kompulsif (kebiasaan yang berulang-ulang). Tapi kebiasaan menggigit kuku ternyata bisa membahayakan kesehatan.
Menurut studi Operant Learning Principles Applied to Nail Biting yang dilakukan oleh Terry M. McClanahan, kebiasaan menggigit kuku terjadi 28-33 persen pada anak-anak usia 7-10 tahun, 44 persen remaja, 19-29 persen dewasa muda dan 5 persen pada dewasa tua.
Kadang-kadang kebiasaan menggigit kuku juga dikenal sebagai onychophagia kronis, yang harus dirawat oleh dokter atau penyedia layanan kesehatan mental, karena sering kali kebiasaan ini dapat merusak.
Tangan dan kuku merupakan sarang kuman, bakteri, virus atau jamur. Oleh karena itu, kebiasaan menggigit kuku harus segera dihentikan karena kebiasaan buruk ini dapat membahayakan kesehatan.
Seperti dilansir dari Ehow, Rabu (12/5/2010), berikut bahaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan buruk menggigit kuku:

1. Infeksi
Menggigit kuku dapat menyebabkan infeksi kulit di sekitar kuku, yang dikenal sebagai paronychia. Hal ini terjadi karena pelindung antara kuku dan lipatan kuku pecah karena lembab. Organisme kemudian bisa masuk ke celah kuku, yang mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur di jari.
Paronychia dapat akut atau kronis. Gejalanya termasuk rasa sakit, nyeri, peradangan dan pembengkakan jari.

2. Bakteri atau virus
Kebiasaan menggigit kuku yang dilakukan secara konstan dapat menyebabkan bakteri atau virus menyebar dari kuku dan jari ke jari lainnya, atau ke bibir dan mulut.
Ketika jari terus menerus basah karena air liur, hal ini dapat menyebabkan infeksi ragi di kuku dan herpes oral. Bakteri dan virus juga dapat menyebabkan kuku dan dasar celah-celah kecil kuku melemah.
Kebiasaan menggigit kuku juga dapat menyebabkan jari menjadi bengkak bahkan berdarah, dimana bakteri melakukan perjalanan menuju aliran darah.

3. Masalah pada gigi
Masalah oral yang ditimbulkan karena menggigit kuku seperti gingivitis (radang gusi) dan kerusakan gigi. Gigi depan rentan menjadi pecah, retak atau aus karena menggigit kuku.
Menggigit kuku menyebabkan akar gigi menjadi pendek atau yang dikenal dengan resorpsi akar, yang juga dapat berkembang dan menyebabkan gigi rontok. Selain itu, menggigit kuku juga dapat memotong gusi, dan memungkinkan bakteri memasuki luka.


4. Kutil
Menggigit kuku dapat menyebabkan kutil kuku, kasar dan kuku tumbuh keras di bawah dan di sekitar kuku tersebut. Kutil ini sulit untuk disembuhkan karena lokasi mereka yang ada di sekitar kuku. Kutil dapat merusak pertumbuhan kuku dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Kutil subungual atau periungual yang dibentuk di bawah kuku adalah tumor jinak. Tetapi jika tidak diobati, mereka dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi pada jari lainnya.
Kulit periungual yang tinggi dan tidak merata, dapat menyebabkan permukaan tangan terkelupas dan kasar. Kutil ini dapat merusak kuku dengan mengangkatnya dari kulit atau menyebabkan kuku terlepas sebagian.
Kutil dapat dihilangkan dengan obat yang diresepkan, prosedur bedah, dengan pembekuan, membakar atau pengobatan laser.
Nah, sebelum semua hal di atas terjadi pada Anda, segeralah hentikan kebiasaan menggigit kuku, yang selain merusak keindahan kuku, juga dapat membahayakan kesehatan Anda.

Ada beberapa cara untuk menghentikan kebiasaan menggigit kuku, di anataranya :
  1. Memutuskan bahwa Anda akan berhenti. Tidak ada cara atau strategi yang akan berhasil jika Anda tidak membuat komitmen pada diri sendiri untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
  2. Potonglah kuku Anda dengan pemotong kuku. Jika kuku Anda pendek, Anda tidak punya kesempatan untuk menggigitnya.
  3. Hiaslah kuku Anda dengan menggunakan kutek atau kuku palsu. Hal ini akan menghambat Anda untuk menggigit kuku. Pastinya Anda akan berpikir dua kali untuk melakukannya. Kutek akan membuat kuku Anda terasa tidak enak saat digigit, sedangkan kuku palsu sulit untuk digigit dan biayanya juga tidak murah. Anda tidak mau membuang-buang uang Anda begitu saja, bukan?
  4. Lakukan perawatan manikur. Sama halnya dengan cara nomor 3, merawat kuku dengan cara menikur akan membuat Anda berpikir ulang untuk menggigit kuku Anda yang cantik.
  5. Alihkan dengan menggigit yang lain. Di saat Anda merasa ingin menggigit kuku, segera cari benda-benda lain untuk digigit seperti, wortel, timun, pensil, pena dan benda-benda lain yang tidak berbahaya ketika digigit.
  6. Konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan magnesium, sehingga kuku Anda akan tumbuh dengan baik. Tidak hanya itu, sebagian besar alasan bahwa tubuh manusia ingin menggigit kuku adalah karena kurangnya kalsium dan magnesium dalam tubuh mereka.



Sumber
http://duniaperempuan.com/cara-menghentikan-kebiasaan-menggigit-kuku.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar